• #

Panduan Penggunaan Aplikasi Gowaslu

'

1. Unduh Dan Instal Aplikasi

 

1. Unduh (Download) aplikasi Gowaslu dengan dengan membuka menu PlayStore dalam perangkat berbasis Andorid. Caranya; Buka Menu Playstore dan ketik Gowaslu di “pencarian”. 

2. Akan muncul dua aplikasi, yaitu Gowaslu dan Gowaslu Pengawas. Silahkan pilih Gowaslu yang dipergunakan oleh Masyarakat/Pemilih/Pelapor.

3. Setelah unduh (download) selesai, perangkat akan secara otomatis melakukan install. Apabila tidak terinstall secara otomatis, dapat meng-klik “install” dibagian menu aplikasi tersebut. Aplikasi bagi masyarakat/pemilih/pelapor setelah diinstall berbentuk “bulat”. **( Bagi Pelapor hanya meng-install Aplikasi Gowaslu berbentuk Bulat )

4. Dalam memastikan seluruh fungsi aplikasi berjalan baik. Pastikan layanan-layanan dalam aplikasi ini dalam keadaan hidup (on). Caranya adalah :

 

  • a) Buka “Setelan/Setting”.
  • b) Klik “Apl / Aplication”.
  • c) Cari dan Klik Aplikasi Gowaslu.
  • d) Klik “izin/allow”
  • e) Hidupkan (posisi on) layanan Lokasi Anda, Penyimpanan, Pesan teks dan Telepon.  

 

5. Apabila layanan GPS masih belum hidup dengan tampilan dibawah ini, maka klik “Yes”untuk mengaktifkan layanan lokasi. Pilihan “Yes” akan diarahkan ke menu GPS yang terdapat di pengaturan perangkat.  

6. Aplikasi ini membutuhkan total ruang kosong untuk penginstalan sebesar 37 MB di perangkat.  Sebelum penginstalan, periksa kembali ketersediaan ruang kosong di perangkat. Untuk mengosongkan ruang, dapat menghapus gambar, video atau aplikasi yang tidak digunakan dalam perangkat anda. **( Apabila sedang berada di wilayah free Hotspot, disarankan mengunduh aplikasi ini melalui jalur wi-fi ).

 

2. Pendaftaran

 

1. PENDAFTARAN adalah proses registrasi yang dilakukan oleh masyarakat pemilih dan pemantau yang memiliki hak pilih di daerah Pilkada 2017. Setiap pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan pemantau terdaftar di KPU dapat mendaftar sebagai PELAPOR dalam aplikasi Gowaslu ini. 

2. PENDAFTARAN ditujukan untuk mendapatkan username dan password untuk dapat menggunakan aplikasi Gowaslu. 

3. Dalam mengawali PENDAFTARAN, pelapor mengecek terlebih dahulu apakah username telah digunakan oleh pelapor sebelumnya atau belum. 

4. Setelah dipastikan username belum ada yang memakai maka langkah selanjutnya adalah mengisi formulir pendaftaran. Proses ini dilakukan untuk menjamin keamanan aplikasi dan kerahasiaan pelapor. Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi kolom :  

  • a) Nama Lengkap.
  • b) Alamat Email.
  • c) Nomor HP.
  • d) Jenis Kelamin
  • e) Umur
  • f) Alamat Domisili
  • g) Nomor KTP
  • h) Username
  • i) Password
  • j) Melampirkan Dokumen KTP  

 

5. Dalam membuat username dan password disarankan yang mudah diingat. Apabila lupa username dan password dapat mengklik menu “Lupa Password, klik disini” dan memasukkan username kemudian sistem akan memberikan kode ke email pelapor. Sistem secara otomatis mengubah password yang baru dan dikirimkan ke email pelapor. 

6. Pendaftar dapat melihat profilnya dalam menu slider. Data pendaftar ini dijadikan informasi pelapor saat melakukan laporan. 

**Catatan : 

  • 1. Yang dapat melakukan pendaftaran dalamaplikasi Gowaslu adalah: 1). Pemilih yang terdaftar dalam DPT daerah Pilkada 2) pemantau yang terdaftar di KPU. 
  • 2. Tim Bawaslu akan melakukan verifikasi kebasahanpelapor dalam proses pendaftaran Gowaslu. 

 

3.Login

 

1. LOG IN adalah proses masuk kedalam sistem aplikasi Gowaslu dengan menggunakan  username dan password yang dimiliki Pelapor. Dalam proses LOG IN membutuhkan jaringan internet yang mencukupi, apabila proses LOG IN mengalami kendala maka disarankan untuk mengulangi lagi proses LOG IN tersebut dengan memastikan username dan password yang dimasukkan benar.

2. Bagi Pelapor; setelah proses LOG IN berhasil, aplikasi Gowaslu secara otomatis menunjukkan lokasi Pelapor berada. Dengan menggunakan bantuan Google Maps, Pelapor secara sistem dibantu menemukan lokasi kejadian pelanggaran Pemilu tersebut. Apabila informasi lokasi kejadian tersebut belum lengkap atau kurang akurat, Pelapor dapat memberikan keterangan tambahan dalam kolom yang sudah disediakan dibawah keterangan lokasi.

3. Posisi Lokasi (location) pelapor juga untuk membantu Pengawas Pemilu mengetahui keberadaan Pelapor dan menentukan tindak lanjut dari laporan tersebut. Dengan adanya fasilitas Lokasi, maka antara Pelapor dan Pengawas Pemilu dapat mengetahui informasi masing-masing secara jarak dan keberadaannya.

4. Setelah membuka Aplikasi, Sistem Gowaslu  secara otomatis menentukan lokasi Pelapor. Untuk menaggulangi ketidakakuratan lokasi, terdapat kolom tambahan keterangan dimana peristiwa tersebut berlangsung.

 

**Catatan :

  • “Akurasi lokasi Pelapor sangat bergantung kepada keberadaan GPS. Kualitas GPS  dapat mempengaruhi proses penggunaan aplikasi Gowaslu”

 

 

4. Pelaporan

 

1. Bagian ini adalah petunjuk bagi masyarakat pemilih dan pemantau sebagai Pelapor.  Bagi Pelapor yang telah terdaftar, mempunyai username dan password dapat menggunakan bagian ini untuk melaporkan pelanggaran Pilkada.

2. Kategori laporan pelanggaran Pilkada dalam sistem Gowaslu ada empat. Pilihan jenis pelanggaran ini didasarkan pada pelanggaran Pilkada yang paling sering terjadi dan berhubungan langsung dengan pemilih. Keempat jenis laporan tersebut adalah :    

  • a) Data Pemilih.
  • b) Alat Peraga Kampanye
  • c) Kampanye
  • d) Politik Uang.

 

 3. Dalam Data Pemilih, terdapat empat jenis pelanggaran yaitu :

  • a) Pemilih belum terdaftar.
  • b) Pemilih sudah meninggal.
  • c) Pemilih dibawah umur
  • d) Pemilih terdaftar ganda
  • e) Lainnya (memberikan pilihan kepada pelapor bila terdapat pelanggaran dalam  data pemilih yang tidak disediakan sistem)

 

4. Dalam Alat Peraga Kampanye, terdapat empat jenis pelanggaran pemasangan yaitu : 

  • a) Jalan Protokol.
  • b) Tempat Ibadah.
  • c) Gedung Pendidikan.
  • d) Kantor Pemerintah
  • e) Lainnya (memberikan pilihan kepada pelapor bila terdapat pelanggaran dalam  Alat Peraga Kampanye yang tidak disediakan sistem).

 

5. Dalam Kampanye, terdapat tiga jenis pelanggaraan, yaitu : 

  • a) Penggunaan Fasilitas Pemerintah.
  • b) Keterlibatan Pejabat Daerah/PNS.
  • c) Penggunaan isu SARA. 
  • d) Lainnya (memberikan pilihan kepada pelapor bila terdapat pelanggaran dalam Kampanye yang tidak disediakan sistem).

 

6. Dalam Politik Uang, terdapat penjelasan informasi praktik politik uang dengan mencantumkan : 

  • a) Pemberi.
  • b) Penerima.
  • c) Jumlah nominal. 

 

7. Dalam setiap Pelaporan, Pelapor memberikan keterangan dalam sistem Gowaslu terkait : 

  • a) Tanggal (memberikan informasi waktu kejadian tersebut)
  • b) Waktu (memberikan informasi kapan kejadian tersebut) 
  • c) Deskripsi (menuliskan informasi tambahan tentang uraian kejadian pelanggaran Pilkada tersebut)

 

8. Setelah mengisi kolom Pelaporan tersebut, Pelapor dapat memberikan informasi barang bukti dengan melampirkan dokumen foto. Dokumen foto ini dapat secara langsung diambil dari sistem aplikasi atau diambil dari dokumen yang sudah ada (gallery).

9. Setelah seluruh laporan selesai, Pelapor mengirimkan laporan dengan meng-klik tombol Send (tanda merah dikanan bawah). Akan muncul keterangan “laporan telah berhasil dikirim”.

10.Untuk memastikan laporan Anda terkirim, Gowaslu akan mengirimkan balasan berupa SMS berbunyi “Terima Kasih atas Laporannya. Informasi Anda telah diterima oleh Pengawas Pemilu. Salam”  **( Penjelasan lebih lengkap terkait pelanggaran Pilkada dapat membaca PKPU tentang Pemutakhiran Data Pemilih,Kampanye dan Dana Kampanye. )

Sumber : Module Panduan Gowaslu Dari BAWASLU RI/post by FR

'

Tentang Bawaslu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (disingkat Bawaslu) adalah lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Alamat: Jl. H.M Thamrin RT. 24 RW. 10 Sangkit Tanjung Selor 77212 Kalimantan Utara
Telpon: -, Fax. -
Email: bawaslukaltara@gmail.com

Flickr PhotoStream